Buat Kesepakatan dengan Co-Founder

Posted in Bisnis , written by wahya on 29 January 2016

Banyak cerita yang saya dengarkan dari beberapa teman, dimana bisnis yang mereka bangun dengan rekannya berujung perselisihan bahkan penipuan karena proses awal mereka untuk bekerjasama salah. Diawal mereka begitu percaya bahwa impian yang mereka bangun bersama – sama akan menghasilkan sesuatu yang dapat mengubah keadaan, tanpa memperhatikan kesulitan – kesulitan yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang.

Business Handshake

Sewaktu saya sharing dengan beberapa startup di INBIS Tohpati, beberapa teman – teman startup bertanya kepada saya, “Gimana sih tipsnya kok bisa solid sampai 9 tahun, padahal Co-Founder Lumonata kan ada 4 orang? Apa nggak susah menyatukan visi bersama?”

Bagi saya mencari Co-Founder itu penting. Tidak mungkin kita mengerjakan semua hal sendirian tanpa mendapatkan bantuan dari teman atau saudara yang memiliki keahlian lain diatas kita. Apalagi pada saat memulai, kita hanya bermodalkan skill dan semangat membara tanpa adanya dukungan finansial yang cukup. Dengan mengajak kerabat untuk ikut membangun usaha yang kita impikan, tentu akan ada konsekwensi yang akan kita hadapi.

Salah satu konsekwensinya adalah Anda harus siap meredam ego Anda. Perusahaan yang akan Anda bangun adalah perusahaan milik Anda bersama, sehingga segala masukan dan kritik harus siap Anda cerna. Tugas dan tanggung jawab dalam perusahaan juga harus Anda bagi dan tentukan dengan jelas. Sehingga pada saat perusahaan sudah berjalan, tidak ada perselisihan fundamental mengenai tugas dan tanggung jawab.

Untuk itulah, sebelum benar – benar memulai buatlah kesepakatan bersama. Kesepakatan tersebut perlu dituangkan dalam sebuah perjanjian yang kemudian ditandatangani oleh setiap Co-Founder. Jelaskan tugas dan tanggung jawab dari masing – masing Co-Founder. Jika memang bisa dibuat secara detail, lebih baik lagi. Pada saat membuat draft perjanjian kerjasama inilah waktu Anda untuk menyamakan visi Anda kedepan.

Dari besarnya tugas dan tanggung jawab tersebut, Anda kemudian bisa merumuskan seberapa besar hak yang akan Anda dan Co-Founder lain dapatkan dalam perusahaan. Jangan pernah segan untuk membahas ini diawal. Karena jika Anda segan, akibatknya akan Anda rasakan ketika perusahaan yang Anda bangun bersama – sama mulai berada pada titik stabil.

Ketika arus cashflow sudah berjalan dengan baik, perusahaan Anda sudah mulai dikenal dan order sudah mulai berdatangan, jangan sampai kemudian ada percekcokan internal antara co-founder hanya karena Anda tidak jelas memulainya diawal. Hal tersebut akan sangat menggangu konsentrasi Anda kedepan dalam membangun perusahaan lebih besar lagi.

Kami di Lumonata, walaupun belum mendaftarkan perusahaan kami secara resmi, sedari awal kami telah membuat surat perjanjian yang kami bahas bersama sebelumnya. Setelah semua point kami setujui bersama, barulah kemudian kami melakukan penandatanganan kerjasama yang kemudian kami tetapkan sebagai hari jadi kami.

Tidak ada satupun diantara kita ingin ada perselisihan kan? Namun bagaimanapun, Anda harus tetap mengantisipasi hal – hal buruk yang akan terjadi kedepan. Dengan memperkecil resiko – resiko tersebut lebih awal, tentu akan meningkatkan kenyamanan kita bekerja dan membesarkan perusahaan. Buatlah kesepakatan dengan Co-Founder Anda. Baik mereka adalah teman maupun keluarga Anda.

Share on Facebook or , read previous article or go to the next one.

Interested to get our latest update? Please sign up to our newsletter.
Name
Email