Under Promise Over Deliver

Posted in Bisnis , written by wahya on 28 August 2016

Under promise over deliver adalah sebuah filosofi untuk memainkan psikologi, harapan atau ekpektasi pelanggan dengan cara menambahkan value added terhadap produk atau jasa yang telah kita janjikan sebelumnya.

Masih banyak pros dan cons tentang istilah ini sebenarnya. Ada yang mengatakan, “Jika Anda memberikan value added pada jasa atau produk yang Anda tawarkan, apa benar pelanggan/customer Anda memerlukannya? Tidakkah itu hanya akan membuang – buang waktu Anda saja?” Namun tidak sedikit juga pendapat yang memberikan nilai positif terhadap hal ini.

Jika Anda membeli barang di internet, biasanya Anda dijanjikan kalau barang yang Anda beli akan sampai sekitar 4-5 hari. Jika barang tidak kunjung datang dalam waktu lima hari, Anda akan mulai merasa jengkel dan telpon sana – sini untuk mengetahui pesanan Anda sudah sampai mana. Bahkan teman saya ada yang marah – marah loh sampai gebrak meja segala. Lain halnya, jika pesanan Anda ternyata sampainya malah lebih awal dari yang dijanjikan. Anda pasti merasa puas sambil cengar – cengir dan mungkin langsung merekomendasikan teman untuk berbelanja disana.

Itulah yang disebut dengan istilah under promise over deliver. Anda menjajikan sesuatu kepada pelanggan Anda, namun apa yang Anda berikan dapat melebihi ekspektasi dari apa yang telah Anda janjikan. Dalam beberapa hal, mungkin hal tersebut tidak akan cocok untuk Anda terapkan, namun saya sangat setuju jika hal tersebut diterapkan pada hal – hal yang sifatnya rentang waktu.

zappos-delivering-happiness

Zappos, sebuah perusahaan online terbesar didunia yang menjual sepatu dengan jumlah koleksi mencapai 150 ribu sepatu dengan angka penjualan 900 miliar dan telah menerapkan filosofi ini. Di halaman websitenya, mereka mencantumkan pengiriman akan dilakukan dalam waktu 4-5 hari, namun sebagian besar pelanggannya akan memperoleh sepatunya dalam waktu satu hari saja. Hal itu kemudian meningkatkan kepercayaan setiap pelanggannya dan tentunya berdampak pada nilai penjualan mereka.

Kita tahu, business di internet itu butuh kepercayaan tinggi. Walaupun tidak melihat produk yang Anda jual, pelanggan Anda mau membeli, karena mereka percaya. Maka dari itu, dengan memberikan hasil yang melebihi ekspektasi yang telah kita janjikan dari awal, akan membantu meningkatkan kepercayaan mereka.

Bagaimana caranya supaya Anda dapat mengetahui, berapa rentang waktu yang seharusnya Anda janjikan kepada pelanggan Anda jika Anda ingin berjanji menyelesaikan sesuatu? Tentu hal ini harus Anda latih dan temukan pola yang tepat, berapa lama Anda dan tim Anda dapat menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan ukuran tertentu itu.

Dengan terus berlatih, saya yakin Anda pasti akan menemukan pola yang tepat, sehingga sebelum Anda membuat janji, Anda sudah dapat memperkirakan rentang waktu yang pas. Dari 100% rentang waktu yang Anda janjikan, 80% Anda gunakan untuk menyelesaikannya lebih awal, dan 20% sisanya dapat Anda gunakan untuk memperbaiki hal – hal yang kurang.

Beberapa waktu lalu kami sempat berdiskusi panjang dengan salah satu partner mengenai waktu yang kami alokasikan untuk men-deliver sebuah projek yang telah kami sepakati. Dalam kontrak kami menyanggupi untuk mengerjakannya dalam waktu enam minggu.

Dalam proses, kami akhirnya berhasil mengerjakannnya dalam waktu empat minggu, sehingga sisa waktu lagi dua minggu kami pergunakan untuk menyempurnakan beberapa hal terutama hal – hal detail pada desain dan user experience sebagai value added kepada pelanggan.

Hal diatas adalah salah satu contoh kecil yang kami terapkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan value added, terutama saat ada  20% sisa waktu yang tersisa dari time frame yang sudah kami sepakati.

 

Share on Facebook or , read previous article or go to the next one.

Interested to get our latest update? Please sign up to our newsletter.
Name
Email